Wonosari (25/5) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan pendidikan politik berbasis organisasi kemasyarakatan bersama Ortom Muhammadiyah Kabupaten Gunungkidul di Gedung PD Muhammadiyah Gunungkidul pada hari Rabu, 25 Mei 2022. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul Johan Eko Sudarto, S.Sos., MH., Wakil Ketua DPRD Heri Nugroho, SS, komisioner Bawaslu Kabupaten Gunungkidul dan Ortom Muhammadiyah (Tapak suci, Hizbul Wathan, Kokam dan Sar PDPM) Acara dibuka oleh pembawa acara.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul Johan Eko Sudarto, S.Sos., MH., dalam sambutannya menyampaikan harapan kepada ortom Muhammadiyah agar tidak terpanguh oleh isu politik menjelang maupun paca pemilu. Selanjutnya berharap kepada peserta yang hadir untuk berpartisipasi menjadi pemilih yang cerdas sehingga tidak menjadi pemilih yang galau, pemilih yang apatis dan pemilih yang emosional. Serta berharap kepada organisasi kemasyarakatan agar memotivasi anggotanya untuk berpartisipasi aktif menjadi penyelenggara dan perserta pemilu di tahun 2024 mendatang.
Sambutan kedua disampaikan oleh Ortom Hizbul Wathan Nurudin Jauhari, S.Pd.I, mengucapakan terimakasih kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupeten Gunungkidul yang telah memfasilitasi pendidikan politik di ortom Muhammadiyah. Berharap kepada anggota ortom yang mengikuti kegiatan pendidikan politik dapat menyebar luaskan kepada anggota lain yang tidak hadir.
Acara dilanjutkan pemaparan materi oleh Wakil Ketua DPRD Heri Nugroho, S.S, yakni menyampaikan peran pemuda yang diharapkan dapat menggerakan partisipasi demokrasi di Gunungkidul. Selanjutnya Pemuda Muhammadiyah diharapkan untuk memberikan pencerahan agar masyarakat menolak politik uang. Dan mengajak ortom Muhammadiyah untuk mendorong masyarakat berpartisipasi dalam pemilu, karena pemuda sebagai penggerak partisipasi masyarakat. Dalam penutupnya Wakil Ketua DPRD menyampaikan Pemerintah maupun partai politik senantiasa menjalin komunikasi kepada ormas menggerakan tingkat partisipasi baik sebagai penyelenggara, peserta maupun sebagai pemilih.
Pemateri kedua yakni Komisioner Bawaslu Sudarmanto, SE menyampaikan bahwa demokrasi adalah milik kita, sehingga partisipasi sebagai generasi muda sangat penting untuk di dorong. Sebagai Warga Negara kita harus berdiri kokoh dalam menegakan politik demokratis. Selanjutnya perlu disosialisasikan etika politik dan budaya politik kepada masyarakat, karena Money politik saat ini seakan sudah menjadi budaya dimasyarakat, untuk mengikis budaya/kebiasaan ini dibutuhkan peran dan keberanian dari masyarakat.